Anda akan tahu passion tersebut dari pancaran mata mereka. Anda dapat merasakan itu semua dari tulisan-tulisan mereka. Bahkan, mungkin Anda akan tergugah dengan pesan-pesan yang disampaikan di dalamnya. Sekali lagi, sesuatu yang mungkin sebetulnya sederhana, tapi mampu memberikan makna.
Hal yang sama pula yang telah berhasil membuat saya mengagumi Ibu Presiden Keluarga Mahasiswa ITB.
Saya termasuk orang yang tidak terlalu peduli dengan kemahasiswaan terpusat di kampus saya dulu. Rasanya, banyak sekali orang-orang yang menghabiskan waktunya berbicara panjang lebar hanya untuk menghasilkan sesuatu yang, bagi saya, tidak begitu terlihat hasilnya. Orang-orang sibuk ikut serta dalam berbagai kajian, tapi mungkin tidak pernah tahu bagaimana tindak lanjut dari kajian itu.
Namun, semua itu berubah ketika saya melihat wanita yang satu ini. Saya melihat kesederhanaan. Dengan alasan sederhana, wanita ini berani mengambil jalan yang tentu tidaklah mudah. Semua karena dia sendiri yang telah melihat apa yang terjadi pada bangsa ini, dan apa yang sebetulnya pemuda bangsa ini bisa lakukan.
Kampanye beliau sederhana. Menggunakan tagline #yukbergerak, beliau ingin mengajak para mahasiswa untuk bangkit keluar dari zona nyaman, mencoba menajamkan mata dan telinga untuk melihat sekitar. Dari situ juga saya melihat ada kesan bahwa beliau bukan hanya ingin menjadi yang terdepan untuk memimpin. Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipopulerkan oleh Ki Hadjar Dewantara terlihat dalam gerak-geriknya, “Yang di depan menjadi teladan, yang di tengah memberi semangat, yang di belakang memberi dorongan.”